Wednesday, May 26, 2010

PT. PACIFIC TEXINDO INDUSTRY


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
PT. PACIFIC TEXINDO INDUSTRY ialah suatu perusahaan yang bergerak dibidang textile yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. PT. PACIFIC TEXINDO INDUSTRY ini dibangun pada tahun 1998 yang kemudian diatur menjadi suatu perusahaan besar yang dominan di pasar benang. Perusahaan ini dikenal oleh sebagian besar masyarakat sebagai perusahaan penghasil benang kualitas internasional. Ditambah lagi dengan semangat kerja yang solid dari para karyawan yang berdedikasi tinggi.
Perusahaan ini juga menempatkan prioritas tinggi pada setiap kualitas dari barang yang dihasilkan. Nilai A merupakan prioritas yang jelas memberi perusahaan menjadi perusahaan yang terdepan dalam dunia industry yang kompetitif. Selain itu perusahaan juga berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada para konsumen mereka seperti menghormati dan berusaha memperbaiki kesalahan yang ada datang dari keluhan para konsumen.
Dewasa ini kebutuhan akan sandang yang cukup pesat membuat PT. PACIFIC TEXINDO INDUSTRY memproduksi bahan tekstile yang kemudian diekspor ke negara-negara di berbagai belahan dunia. Misi dari perusahaan ini ialah untuk merajai pasar internasional membuatnya semakin memajukan visi demi tercapainya misi tersebut.

1.2       Batasan Masalah
Kami membatasi ruang lingkup dari makalah ini, kami hanya membahas beberapa masalah mengenai:
1.                  Struktur Organisasi dari PT PACIFIC TEXINDO INDUSTRY.
2.                  Fungsi serta aktivitas dari departemen-departemen terkait dalam perusahaan tersebut.
1.3       Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Konsep Teknologi Informasi C yang mengkaji dan memahami tentang struktur organisasi suatu perusahaan serta mempelajari peran antar departemen pada perusahaan tersebut.
===============================================================================================

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Struktur Operasional

 
Dari data yang didapat pada PT. Pacific Texindo Industry yang beroperasi di bidang textille tepatnya di bahan setengah jadi yaitu benang. Maka didapat struktur organisasi dari Perusahaan tersebut. Pada bagan diatas merupakan gambar struktur operasional dari perusahaan ini.
           
2.2 Sistem Informasi pada Level Suatu Perusahaan
            Pada sistem Informasi Manajemen dalam suatu perusahaan dibagi menjadi 4 level. Level tersebut dibagi kedalam bagian-bagian dari perusahaan. Berikut adalah pembagian dari level tersebut. Yaitu : 
2.2.1 Level Strategis
Merupakan level yang merencanakan rencana strategi jangka panjang (minimal 5 tahun). Di dalam perusahaan ini yang termasuk kedalam level strategi yaitu owner (pemilik) dan general manager. Pemilik dari perusahaan ini adalah Mr. Puad. Sedangkan posisi dari General manager dipimpin oleh Mr.Sunil G.Naik.
A. Owner (pemilik)
Didalam level strategis ini seorang owner (pemilik) mengeluarkan modal atau dana untuk membiayai jalannya perusahaan agar perusahaan tersebut dapat beroperasi dengan baik dan menguntungkan bagi owner itu sendiri.
B. General manager
General manager pada perusahaan ini termasuk kedalam level strategis. General manager bertugas untuk mengatur jalannya perusahaan itu sendiri. Sedangkan pada perusahaan ini general manager mempunyai tugas untuk mengatur perusahaan agar dapat beroperasi dengan baik dan melaporkannya kepada owner (pemilik) dari perusahaan, bahwa perusahaan tersebut beroperasi dengan baik atau tidak.
2.2.2 Level Manajemen
            Merupakan level yang mengawasi secara periodik, pengambilan keputusan dan administrasi, dan mengetahui apakah kegiatan perusahaan ini bekerja dengan baik. Di dalam perusahaan ini yang termasuk kedalam level manajemen yaitu manager marketing, factory manager, dan manager personalia.


A. Manager marketing
Manager marketing  diperusahaan ini bertanggung jawab untuk pengenalan dan penjualan produk dari perusahaan. Dengan menjual produk dengan harga yang tinggi sedangkan biaya pengeluaran produksinya sedikit / rendah. Tetapi tetap memuaskan  customer atas produk yang dihasilkan.
B. Manager Personalia
Manager Personalia dalam perusahaan ini bertugas untuk mengatur tenaga kerja seperti : absensi, penggajian, dan perekrutan tenaga kerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan ini adalah tenaga kerja yang berkualitas dan bertanggung jawab.
C. Factory Manager
Factory manager dalam perusahaan ini bertugas untuk mengatur jalannya suatu perusahaan agar beroperasi dengan baik.
Tugas factory manager sama dengan tugas general manager  tetapi pada saat melaporkan laporannya berbeda. Pada factory manager melaporkannya kepada general manager sedangkan general manager melaporkan kepada owner (pemiliknya).
Didalam factory manager terdapat bagian lain yang dipegang oleh beberapa manager. Yaitu: Manager Maintenant, manager engeenering dan electric, manager quality control dan planning, dan manager produksi.
C.1 Manager Maintenant
Manager diperusahaan ini bertanggung jawab atas pemeliharaan alat-alat pabrik yang digunakan untuk  produksi perusahaan.
C.2 Manager Engeenering dan Electric
Manager diperusahaan ini mempunyai tanggung jawab sama dengan manager maintenant. Didalam bagian ini sangat berkaitan dengan bagian maintenant, karena mempunyai tanggung jawab yang sama yaitu melaporkan hasil kerja ke bagian factory.


C.3 Manager Quality Control dan Planning
Manager diperusahaan ini bertanggung jawab atas kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan setiap hari dan merencanakan kembali agar produk yang dihasilkan tersebut dapat memuaskan pelanggan atau customer dengan cara cost yang murah / rendah, tetapi quality bagus dan harga bisa tinggi / mahal.
C.4 Manager Produksi
Manager diperusahaan ini bertanggung jawab atas kuantity produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Manager ini juga bertanggung jawab atas  produk yang dipasarkan, agar produk yang dipasarkan dapat diterima oleh customer dengan kualitas yang sangat baik.
2.2.3 Level Knowlegde
            Merupakan bgian yang membantu mendukung data pekerjaan suatu perusahaan Didalam perusahaan ini yang termasuk kedalam level knowledge adalah Supervisor dan Foremen.
A. Supervisor
Didalam perusahaan ini supervisor bertugas untuk mengatur anak buahnya. Seperti foremen dan operator. Dan melaporkan kejadian setiap hari kepada manager, dari laporan yang diberikan oleh anak buahnya.
B. Foremen
Didalam perusahaan ini foremen bertugas untuk mengatur kerja operator-operator setiap harinya, dan melaporkan hasil kerja para operator kepada supervisor.
2.2.4 Level Operational
            Merupaka level yang melakukan aktivitas dasar dan transaksi rutin dengan keakurasin data. Yang termasuk kedalam level operational adalah operator atau bisa disebut juga sebagai tenaga kerjanya. Operator itu sendiri bertugas untuk melaksanakan operational setiap harinya. Operator-operator  yang ada dalam perusahaan ini, yaitu :


a. Operator Produksi
Operator ini bertugas untuk menjalankan alat-alat produksi agar menghasilkan  produk yang baik dan berkualitas.
b. Operator Quality Control dan Planning
Operator ini bertugas untuk mengetest atau mengecek hasil suatu produk yang telah dihasilkan oleh bagian produksi.
c. Operator Maintenant
Operator ini bertugas dalam pemeliharan alat-alat produksi dengan cara pembersihan atau scouring dan over houl sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.
d. Operator Engenering dan Elektrik
Operator ini bertugas hampir sama dengan operator maintenant.

1.3              Fungsi dari tiap bagian
PT.Pacific Texindo Industry memiliki beberapa bagian yang mendukung kegiatan perusahaan. Berikut ini adalah bagian - bagian yang berada dalam perusahaan ini.
a.         Bagian Produksi
            Didalam bagian ini bertugas untuk mengontrol segala sesuatu yang berkaitan dengan bidang produksi dalam perusahaan tersebut, kemudian mempertanggung jawabkan kualitas dari produk yang dihasilkan dan Melaporkan hasil yang didapat ke factory manager. Hampir semua bahan baku untuk membuat benang didapat dari timur tengah seperti Mali, Burkinafaso, Sangker, dll. Semua bahan baku diolah dan dijadikan bahan setengah jadi melalui berbagai proses, yaitu :
1.      Process Blowing dan Carding
2.      Process SLM dan RLM
3.      Process Cambing
4.      Process Drawing (Blending-Breaker-Finisher)
5.      Process Flyer
6.      Process Spinning
7.      Process Winding
8.      Process Packing
Perusahaan ini memiliki dua sampai tiga distributor bahan baku. Biasanya, perusahaan mengorder bahan baku tiga bulan sebelum bahan baku habis. Perusahaan menggunakan bahan baku sekitar enam sampai tujuh macam bahan baku. Jika salah satu bahan baku habis, yang pertama kali dilakukan adalah komposisi diubah pada proses blowing dan produk yang dihasilkan juga harus dipisah tetapi kualitas produknya diusahakan semaksimal mungkin sama dengan kualitas pruoduk dari bahan baku yang komplit.
b. Bagian Quality Control dan Planning
Mengatur segala urusan yang berkaitan dengan kualitas produk. Bagian ini menentukan tingkatan grade suatu produk yang dihasilkan oleh perusahaan seperti:
Grade A  => Paling Bagus
Grade A- => Bagus
Grade B  => Kurang Bagus
Bagian ini juga merencanakan atau melakukan ujicoba tentang produk yang akan dihasilkan agar produk tersebut dapat sangat memuaskan pelanggan atau customer.
c. Bagian Engeenering
            Mengatur dan mengecek kondisi dari mesin-mesin yang digunakan untuk memproduksi bahan baku menjadi bahan setengah jadi. Di bagian ini membutuhkan banyak sekali tenaga kerja yang sesuai dengan bidang yang ditekuninya. Bagian ini memiliki kaitan dengan bagian produksi karena memiliki kesamaan untuk bertugas  mengelola bahan baku. Karena keterkaitannya dengan bagian produksi maka, penanggung jawab dari bagian engeenering ditempatkan di bagian produksi untuk memantau mesin-mesin pengolah bahan baku.
d. Bagian Marketing
Perusahaan ini mempunyai bagian marketing yang bertugas untuk memasarkan produknya. Bagian ini memasarkannya dengan cara :
1.      Mengikuti pameran dunia yang berhubungan dengan tekstil.
2.      Mengundang customer  ke perusahaan untuk melihat cara dari pembuatan benang tersebut.
3.      Mengirim sampel benang ke perusahaan customer.
4.      Mengirimkan spec (spesifikasi benang) dari hasil benang yang diproduksi ke customer yang meminta hasil kualitas dari benang.
Di era globalisasi kebutuhan akan sandang melonjak tinggi. Sehingga banyak perusahaan yang memproduksi bahan setengah jadi seperti benang. Maka dari itu dibutuhkan kreatifitas yang tinggi untuk dapat menembus pasar internasional, seperti contoh negara Eropa dan Amerika. Dalam menghadapi persaingan antar produk yang sama perusahaan ini memiliki kiat-kiat khusus yaitu:
1.      Kualitas produk yang diutamakan
2.      Tepat waktu dalam pengiriman
3.      pengirimkan produk yang sesuai dengan keinginan dari customer
4.      Harga efisien
Pada bagian marketing pemasukkan didapat dari penjualan produk  beserta penjualan limbah dari produk tersebut. Pengeluaran digunakan untuk pembelian bahan baku, pembelian alkat-alat produksi atau mesin. Keuntungan dari perusahaan tersebut didapat dari penjualan produk yang sesuai dengan harapan perusahaan. Kerugian dari perusahaan tersebut karena adanya komplain atau keluhan dari konsumen sehingga harus ada perwakilan dari pihak perusahaan untuk mengatasi keluhan konsumen tersebut.


Oleh: Kelompok 3-1IA04


2 comments:

eh kacrut banget gue juga mosting ini :(

This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment