Tuesday, May 25, 2010

Cinta Ayah dan Anak itu Cinta Keluarga

Mengingat bahwa antara ayah dan anak tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakkan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini tampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya. Karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya. Sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya ia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam doa Zakaria AS yang memohon pada Allah semoga ia dikaruniai seorang anak yang akan mewarisi keluarga Yakub.

Ia berkata...
"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa. Kenapa Engkau ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku sedang istriku adalah seorang yang mandul. Maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Yakub dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai. (QS, Maryam, 19:4-6)

Cinta kebapakkan dalam Al-Quran diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh AS. Betapa cintanya Ia keapda anaknya. Tampak jelas ketika Ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak.

Dan Nuh memanggil anaknya, sedangkan anaknya itu berada di tempat yang jauh terpencil...
"...Hai anakku, naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir." (QS, Yusuf, 12:84)

Cinta ini nampak pula dalam doa nabi Nuh AS, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat.
Dan Nuh berseru kepada Tuhnnya sambil berakta...
"Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji engkau itulah yang benar. Dan engkau adalah hakim yang seadil-adilnya. (QS, Hud, 11:45)

Biasanya cinta kebapakkan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikannya kepada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.

Sumber:
  • Seri Diklat Kuliah IBD Gunadarma

0 comments:

Post a Comment